Peta Curah Hujan Kota Lhokseumawe.

Peta

Peta Curah Hujan adalah peta yang menggambarkan persebaran curah hujan dan besarnya curah hujan di wilayah tertentu.Semakin tinggi semakin rendah suhunya. Pada ketinggian tertentu uap air tersebut akan mengalami pendinginan dan pengembunan (kondensasi), sehingga terbentuk awan. Jika awan sangat padat maka titik-titik air bergabung satu dengan yang lain sehingga menjadi tetesan air dan akan jatuh kembali ke bumi menjadi hujan. Curah hujan adalah banyaknya air yang jatuh ke permukaan bumi. Banyaknya curah hujan dapat diukur dengan alat penakar hujan (rain gauge).Alat ini dipasang pada tempat yang bebas penghalang dan tidak terlindung, baik olah pohon maupun bangunan. Hasil pengukuran curah hujan dapat dituangkan pada sebuah peta dalam bentuk garis isohiet. Garis isohiet adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai curah hujan yang sama.

Peta DAS (Daerah Aliran Sungai) Kota Lhokseumawe.

Peta
Peta Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam bahasa Inggris disebut Watershed atau dalam skala luasan kecil disebut Catchment Area adalah suatu wilayah daratan yang dibatasi oleh punggung bukit atau batas-batas pemisah topografi, yang berfungsi menerima, menyimpan dan mengalirkan curah hujan yang jatuh di atasnya ke alur-alur sungai dan terus mengalir ke anak sungai dan ke sungai utama, akhirnya bermuara ke danau/waduk atau ke laut.Daerah Aliran Sungai (menurut Undang-undang NO. 7 Tahun 2004 tentang SDA DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.

Peta Geologi Kota Lhokseumawe.

PetaPeta geologi adalah bentuk ungkapan data dan informasi geologi suatu daerah/wilayah/kawasan dengan tingkat kualitas berdasarkan skala yang menggambarkan informasi sebaran dan jenis serta sifat batuan, umur, stratigrafi, stuktur, tektonika,fisiografi dan sumberdaya mineral serta energi. Penyajian peta geologi berupa gambar dengan warna, simbol dan corak atau gabungan ketiganya. Penjelasan berisi informasi, misalnya situasi daerah, tafsiran dan rekaan geologi, dapat diterangkan dalam bentuk keterangan pinggir.Peta geologi merupakan peta khas yang dibuat bagi memaparkan ciri-ciri geologi. Unit batu-batuan dan stratum ditunjukkan dengan warna atau simbol bagi menandakan di mana ciri-ciri tersebut terdedah pada permukaaan. Satah perlapisan dan ciri-ciri berstruktur seperti sesar, lipatan dan lineasi ditunjukkan dalam simbol miring dan jurus dimana ia memberikan orientasi tiga dimensi kepada ciri-ciri itu.

Peta Hidrologi Kota Lhokseumawe.

PetaPeta Hidrologi adalah Peta tentang air di permukaan bumi/tanah, di bawah tanah; termasuk sungai, danau, mata air, air tanah dan rawa-rawa.Dalam kehidupan sehari-hari penting untuk mengetahui lapisan yang mengandung cadangan air yang cukup misalnya untuk industri dan peternakan. ‘,’Peta Hidrologi Kota Lhokseumawe

Peta Jalur Evakuasi Kota Lhokseumawe.

PetaPeta Jalur Evakuasi adalah Peta jalur khusus yang menghubungkan semua area ke area yang aman (Titik Kumpul). Evakuasi darurat adalah perpindahan langsung dan cepat dari orang-orang yang menjauh dari ancaman atau kejadian yang sebenarnya dari bahaya.Urutan evakuasi dapat dibagi ke dalam tahap-tahap berikut:1. deteksi2. keputusan3. alarm4. reaksi5. perpindahan ke area perlindungan atau stasiun perakitan6. transportasi

Peta Jaringan Air Baku Kota Lhokseumawe.

Peta Peta Jaringan Air Baku adalah Peta penyediaan air baku / air bersih, yang merupakan tindak lanjut kesepakatan program pengembangan sistem penyediaan air baku / air bersih dalam rangka mendukung percepatan pencapaian target penyediaan air minum (Sasaran MDGs)

Peta Jaringan Air Bersih Kota Lhokseumawe.

PetaPeta Jaringan Air Bersih adalah Peta Evaluasi Jaringan Air Bersih yang tersedia maupun tidak serta penyebaran air bersih yang terdapat pada kota/kabupaten tersebut’,’Peta Jaringan Air Bersih Kota Lhokseumawe

Peta Jaringan Drainase Kota Lhokseumawe.

PetaPeta Jaringan Drainase adalah Peta lengkungan atau Peta saluran air di permukaan atau di bawah tanah, baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia. Dalam bahasa Indonesia, drainase bisa merujuk pada parit di permukaan tanah atau gorong-gorong di bawah tanah. Drainase berperan penting untuk mengatur suplai air demi pencegahan banjir.

Peta Jaringan Jalan Eksisting Kota Lhokseumawe

PetaPeta Jaringan Jalan Eksisting adalah Peta jalan eksisting dengan akses terbatas dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

Peta Jaringan Jalan Rencana Kota Lhokseumawe.

PetaPeta jaringan Jalan Rencana adalah Peta jaringan jalan yang terdiri dari sistem jaringan jalan primer dan sistem jaringan jalan sekunder yang terjalin dalam hubungan hierarki.Peta Jaringan jalan primer disusun berdasarkan rencana tata ruang dan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di tingkat nasional, dengan menghubungkan semua simpul jasa distribusi yang berwujud pusat-pusat kegiatan sebagai berikut:*menghubungkan secara menerus pusat kegiatan nasional, pusat kegiatan wilayah, pusat kegiatan lokal sampai ke pusat kegiatan lingkungan;*menghubungkan antarpusat kegiatan nasional.Peta jaringan jalan sekunder disusun berdasarkan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota dan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk masyarakat di dalam kawasan perkotaan yang menghubungkan secara menerus kawasan yang mempunyai fungsi primer, fungsi sekunder kesatu, fungsi sekunder kedua, fungsi sekunder ketiga, dan seterusnya sampai ke persil.Peta jaringan Jalan Rencana juga merpupakan peta prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel

Peta Jaringan Telekomunikasi Kota Lhokseumawe.

Peta Peta Jaringan Telekomunikasi adalah Peta rangkaian perangkat telekomunikasi dan kelengkapannya yang digunakan dalam rangka bertelekomunikasi.

Peta Jaringan Transportasi Kota Lhokseumawe.

PetaPeta Jaringan Transportasi adalah Peta suatu jaringan untuk menerangkan komponen dan hubungannya satu sama lain dalam sistem transportasi.

Peta DAS (Daerah Aliran Sungai) Kota Lhokseumawe

PetaPeta Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam bahasa Inggris disebut Watershed atau dalam skala luasan kecil disebut Catchment Area adalah suatu wilayah daratan yang dibatasi oleh punggung bukit atau batas-batas pemisah topografi, yang berfungsi menerima, menyimpan dan mengalirkan curah hujan yang jatuh di atasnya ke alur-alur sungai dan terus mengalir ke anak sungai dan ke sungai utama, akhirnya bermuara ke danau/waduk atau ke laut.

Daerah Aliran Sungai (menurut Undang-undang NO. 7 Tahun 2004 tentang SDA DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.

 

Peta Jenis Tanah Kota Lhokseumawe

PetaPeta Jenis tanah adalah peta yang menggambarkan suatu daerah yang mengalami modifikasi/pelapukan akibat dinamika faktor iklim, organisme (termasuk manusia), dan relief permukaan bumi (topografi) seiring dengan berjalannya waktu.tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapisan-lapisan atau disebut sebagai horizon tanah. Setiap horizon menceritakan mengenai asal dan proses-proses fisika, kimia, dan biologi yang telah dilalui tubuh tanah tersebut.

Peta Kawasan Strategis Kota Lhokseumawe.

PetaPeta Kawasan Strategis adalah Peta dimana wilayah penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kota terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan.’,’Peta Kawasan Strategis Kota Lhokseumawe

Peta Kemiringan Lereng Kota Lhokseumawe

PetaPeta Kemiringan lereng adalah peta yang menggambarkan bentuk dari variasi perubahan permukaan bumi secara global, regional atau dikhususkan dalam bentuk suatu wilayah tertentu.variabel yang digunakan dalam pengidentifikasian kemiringan lereng adalah sudut kemiringan lereng, titik ketinggian di atas muka laut dan bentang alam berupa bentukan akibat gaya satuan geomorfologi yang bekerja.Secara definisi bahasannya lereng merupakan bagian dari bentang alam yang memiliki sudut miring dan beda ketinggian pada tempat tertentu, sehingga dapat disimpulkan bahwa dari sudut (kemiringan) lereng merupakan suatu variabel beda tinggi antara dua tempat, yang dibandingkan dengan daerah yang relatif lebih rata atau datar.

Peta Kepadatan Penduduk Kota Lhokseumawe

PetaPeta Kepadatan penduduk adalah peta yang menggambarkan informasi jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah atau daerah tertentu dengan satuan per kilometer persegi. Ciri-ciri kepadatan penduduk yang makin lama makin tinggi adalah tingginya pertumbuhan penduduk yang terus berjalan dan meningkatnya jumlah pemukiman di daerah tersebut.

Peta Ketinggian Kota Lhokseumawe.

PetaPeta Ketinggian adalah : peta Ukuran Jarak vertikal terhadap kegunaan dan fungsi lahan yang digunakan untuk membedakan keadaan/kenampakan muka bumi, terutama perbedaan ketinggian dan kedalaman’,’Peta Ketinggian Kota Lhokseumawe

Peta Lahan Kritis Kota Lhokseumawe.

PetaPeta Lahan Kritis adalah Peta yang menggambarkan informasi lahan yang telah mengalami kemerosotan kesuburannya atau lahan yang dalam proses kemunduran kesuburan baik secara fisik maupun kimia dan biologi. Sehingga lahan tersebut tidak dapat berfungsi secara baik sesuai dengan peruntukkannya sebagai media produksi maupun sebagai media tata air.Lahan kritis memiliki kondisi lingkungan yang sangat beragam tergantung pada penyebab kerusakan lahan. Secara umum dapat dikatakan bahwa kondisi lahan kritis menyebabkan tanaman tidak cukup mendapatkan air dan unsur hara, kondisi fisik tanah yang tidak memungkinkan akar berkembang dan proses infiltrasi air hujan, kandungan garam yang tinggi akibat akumulasi garam sekunder atau intrusi air laut yang menyebabkan plasmolisis, atau tanaman keracunan oleh unsur toksik yang tinggi. Lahan kritis ditandai oleh rusaknya struktur tanah, menurunnya kualitas dan kuantitas bahan organik, defisiensi hara dan terganggunya siklus hidrologi, perlu direhabilitasi dan ditingkatkan produktivitasnya agar lahan dapat kembali berfungsi sebagai suatu ekosistem yang baik atau menghasilkan sesuatu yang bersifat ekonomis bagi manusia.

Peta Penggunaan Lahan Kota Lhokseumawe.

PetaPeta Penggunaan lahan adalah Peta yang menggambarkan informasi sebaran pemanfaatan lahan yang ada di Kota Lhokseumawe. Penggunaan lahan diklasifikasikan menjadi Gampong, Permukiman, Sarana Sosekbud, Pertanian, Perhubungan, Perindustrian, Pariwisata, Pertambangan, Hutan, dan Air Permukaan. Penggunaan lahan merupakan wujud nyata dari pengaruh aktivitas manusia terhadap sebagian fisik permukaan bumi.’,’Peta Penggunaan Lahan Kota Lhokseumawe

Peta Pola Ruang Kota Lhokseumawe.

PetaPeta Pola Ruang adalah Peta distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya.

Peta Rawan Bencana Kota Lhokseumawe.

Peta Peta Rawan Bencana adalah peta yang menggambarkan lokasi/tempat yang sering terjadi atau diperkirakan akan terjadi bencana alam akibat banjir, kekeringan, longsor, maupun bencana alam akibat perubahan iklim lainnya.

Peta Rencana Pusat Pelayanan Kota Lhokseumawe

PetaPeta Rencana Pusat Pelayanan adalah Peta yang menggambarkan lokasi pelayanan sarana dan prasarana untuk Peningkatan kualitas, kuantitas, keefektifan dan efisiensi pelayanan kota yang terpadu’,’Peta Rencana Pusat Pelayanan Kota Lhokseumawe

Peta Rencana Sistem Jaringan Energi Kota Lhokseumawe.

PetaPeta sistem jaringan energi adalah peta yang menggambarkan sebaran energi terhadap penggunaan dan fungsi baik terhadap alam maupun manusia.’,’Peta Rencana Sistem Jaringan Energi Kota Lhokseumawe

Peta Rencana Sistem Persampahan Kota Lhokseumawe.

PetaPeta Rencana Sistem Persampahan adalah peta yang menggambarkan pengendalian timbulnya sampah, pengumpulan, transfer dan transportasi, pengolahan dan pemrosesan akhir/pembuangan sampah, dengan mempertimbangkan faktor kesehatan lingkungan, ekonomi, teknologi, konservasi, estetika dan faktor-faktor lingkungan lainnya yang erat kaitannya dengan masyarakat.’,’Peta Rencana Sistem Persampahan Kota Lhokseumawe

Peta Struktur Ruang Eksisting Kota Lhokseumawe.

PetaPeta Struktur Ruang Eksisting adalah Peta sistem perdesaan dalam lingkup kota dan sistem jaringan prasarana yang dalam hal ini adalah jaringan jalan.Dalam lingkup sistem perkotaan, fungsi wilayah merupakan indikator tingkat pelayanan wilayah yang menunjukkan seberapa besar peran suatu wilayah dalam mengikat wilayah sekitarnya. Fungsi wilayah yang dimaksud adalah merupakan pusat kegiatan suatu wilayah yang menjadi barometer perkembangan sebuah wilayah.

Peta Struktur Ruang Kota Lhokseumawe.

PetaPeta Struktur ruang adalah : Peta yang menggambarkan susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hierarkis memiliki hubungan fungsional.

Peta Sumber Daya Air Kota Lhokseumawe.

PetaPeta sumber daya air adalah peta sumber daya berupa air yang berguna atau potensial bagi mahluk hidup. Kegunaan air meliputi penggunaan di bidang pertanian, industri, rumah tangga, rekreasi, dan aktivitas lingkungan.97% air di bumi adalah air asin, dan hanya 3% berupa air tawar yang lebih dari 2 per tiga bagiannya berada dalam bentuk es di glasier dan es kutub. Air tawar yang tidak membeku dapat ditemukan terutama di dalam tanah berupa air tanah, dan hanya sebagian kecil berada di atas permukaan tanah dan di udara.Air tawar adalah sumber daya terbarukan, meski suplai air bersih terus berkurang. Permintaan air telah melebihi suplai di beberapa bagian di dunia dan populasi dunia terus meningkat yang mengakibatkan peningkatan permintaan terhadap air bersih. Perhatian terhadap kepentingan global dalam mempertahankan air untuk pelayanan ekosistem telah bermunculan, terutama sejak dunia telah kehilangan lebih dari setengah lahan basah bersama dengan nilai pelayanan ekosistemnya. Ekosistem air tawar yang tinggi biodiversitasnya saat ini terus berkurang lebih cepat dibandingkan dengan ekosistem laut ataupun darat.