Lhokseumawe – Kepala Bappeda Kota Lhokseumawe menyampaikan pentingnya penguatan inovasi daerah dalam kegiatan Coaching Clinic Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026.
Dalam sambutannya, disampaikan bahwa saat ini pemerintah berada pada era perubahan yang sangat cepat, sehingga birokrasi yang kaku dan lambat sudah tidak lagi relevan. Oleh karena itu, inovasi menjadi solusi utama dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
“Inovasi bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi kebutuhan mendesak untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang efisien, efektif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kepala Bappeda.
Lebih lanjut, Bappeda Kota Lhokseumawe berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya ekosistem inovasi, baik di lingkungan pemerintah maupun masyarakat. Hal ini dilakukan melalui penguatan budaya inovasi, penerapan komitmen One Agency, One Innovation, serta fasilitasi terhadap para inovator daerah.
Seluruh perangkat daerah juga diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam peningkatan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 dengan menghasilkan minimal satu inovasi setiap tahunnya serta melakukan dokumentasi dan pelaporan inovasi secara berkelanjutan.
Melalui upaya bersama ini, diharapkan inovasi dapat menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan publik di Kota Lhokseumawe.